+6282245114689

Senin - Minggu 24 Jam

Pesona Terasering Jatiluwih dan Pedesaan yang Mengelilinginya

  ,  by admin,  blog

Berbicara soal Bali, barangkali pemandangan pantai yang membentang adalah hal pertama yang terlintas di kepala Anda. Tapi, apakah pantai dan laut satu-satunya hal yang patut dinanti-nanti saat mengunjungi Pulau Dewata?

Tentu saja jawabannya adalah tidak! Sebagai negara tropis, pemandangan persawahan menjadi salah satu hal yang sangat khas dari Indonesia. Dan di Bali, bentangan sawah kehijauan yang bisa Anda nikmati bukan sekadar pemandangan sawah biasa. Karena mengingat topografi daerah yang berbukit dan permukaan tanah yang miring, maka sistem terasering alias sawah berundak pun dimanfaatkan. Dan hal ini menjadi salah satu daya tarik Bali yang memukau banyak turis, termasuk turis mancanegara.

Meski ada banyak terasering di Bali, ada 2 lokasi yang paling terkenal sampai jadi objek wisata. Salah satunya adalah Terasering Jatiluwih yang bisa Anda kunjungi ketika berangkat ke kawasan Bedugul.

Lokasi Sawah Berundak Jatiluwih

Terasering Jatiluwih berada di Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali. Luas area ini adalah sekitar 53.000 hektar dan biasanya didatangi setelah kunjungan ke Kebun Raya Bedugul maupun Ulun Danu di Bedugul. Atau Anda juga bisa pilih untuk mampir ke Sawah Berundak Jatiluwih sebelumnya agar bisa menikmati pemandangan dan sejuknya kawasan tersebut sebelum hari menjadi terlalu siang.

Pesona Terasering Jatiluwih

Yang membuat sistem sawah berundak di Jatiluwih istimewa adalah pengelolaannya yang dilakukan dengan sangat baik oleh para anggota subak. Selain itu, seluruh aktivitas pertanian di sana dilakukan dengan menerapkan filsafat yang dinamai Tri Hita Karana. Hal tersebut berkaitan dengan hubungan antara Sang Pencipta dengan berbagai aktivitas pertanian, seperti pengolahan sawah, masa tanam padi, masa panen padi, dan sebagainya. Karena itu, ada berbagai upacara yang dilakukan sebagai bentuk permohonan serta rasa syukur warga atas nikmat yang diberikan oleh para Dewa.

Selain itu, penggarapan sawah oleh para petani juga masih dilakukan dengan cara dan alat tradisional. Tentunya tidak mengherankan jika kegiatan pertanian di Terasering Jatiluwih menarik perhatian turis dari berbagai penjuru lokasi, baik itu turis dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Anda. Apalagi jika Anda berasal dari kota besar di mana sawah jelas menjadi pemandangan yang sangat langka.

Tapi, apakah mengamati para petani bekerja di sawah menjadi satu-satunya hal yang bisa Anda lakukan di kawasan Sawah Berundak Jatiluwih? Tentu saja tidak! Anda bisa menjelajah kawasan persawahan berundak ini juga bisa dijelajahi dengan sepeda. Anda juga bisa ikuti aktivitas hiking lantaran lokasi Jatiluwih yang berada di kaki gunung.

Kapan Sebaiknya Anda Mengunjungi Jatiluwih?

Jika Terasering Jatiluwih sudah positif ada di daftar lokasi yang ingin Anda kunjungi selama di Bali, maka kami rekomendasikan untuk mampir ke sini sebelum matahari terbenam. Kira-kira di antara pukul 08.00 sampai 17.00. Sebab, pada waktu tersebut, para petani yang bekerja di sawah jauh lebih mudah ditemui sehingga Anda bisa menikmati pemandangan yang asri sambil mengamati mereka bekerja.

Selain itu, bulan terbaik untuk mengunjungi kawasan ini adalah dari bulan Februari sampai April. Sebab, pada periode tersebut, tanaman padi sedang tumbuh tinggi dan warnanya yang hijau segar akan beralih menjadi kekuningan. Anda juga bisa pilih waktu kunjungan pada bulan Juni sampai Juli, di mana para petani akan terlihat sibuk bekerja memanen sawah. Jangan lupa juga untuk membawa payung atau jas hujan lantaran curah hujan yang tinggi di daerah ini.


About Us

Kami menawarkan paket wisata dan sewa mobil dengan harga terjangkau dan relatif murah untuk membantu memperlancar liburan anda. Jika diperlukan, kami siap membantu pula merekomendasikan tempat penginapan sesuai dengan budget Anda.

Hubungi Kami

Alamat Kantor

Head Office: Jl.Taman Griya Badung - Bali , Indonesia

Top